Anak payo Merangin pecahkan suasana di Hari puisi Indonesia

Merangin156 views

Merangin – kegiatan hari puisi Indonesia  (HPI) tepatnya pada 26 juli diperingatkan dengan berbagai pertunjukan.
Salah satunya seperti acara yang dibuat oleh para seniman Merangin yang tergabung dalam dewan kesenian Merangin. Di biduk amo berlangsung dengan mengenakan protokol kesehatan.

Pantau di lokasi acara tampak para seniman Merangin secara bergantian menunjukan kebolehan nya dalam berbagai akasi di HPI tersebut,

Ada yang menarik di penghujung acara tampil dari anak payo Merangin sangat heboh dengan paduan musik,  puisi,  dan nyanyian yang di sambut oleh para penonton dengan tepuk tangan gembira.
Yang berjudul mendekap mata angin dari segala penjuru

Ini bentuk peringatan HPI pertama yang kita lakukan,  kita dewan kesenian Merangin sudah merancang dan menyambut hari puisi yang jatuh pada tanggal 26 juli ini.,” ujarnya asro selaku ketua dewan kesenian Merangin.

Segala persiapan kita siapakah kan baik izin acara dari polres Merangin dan izin pemakaian tempat ke dispora Merangin.
Namun demikian kita juga mematuhi protokol kesehatan seperti menyiapkan air dan sabun tuk mencuci tangan. Dan membagikan masker.

Lanjutnya asro alhamdulillah acara berjalan lancar seluruh penampilan penampilan terlaksana baik itu puisi, demo lukisan, musik, monolok,  penampilan silat serta musik dari kesenian ikatan keluarga minang. Dan penampilan kolaborasi dari anak payo.

Meskipun terbilang baru penampilan dari anak payo ini. Namun asik dan memecahkan kembali suasana di hari puisi ini karna setiap seniman di ikuti lagi membaca puisi.

Sementara itu yang di tuakan di anak payo Merangin Okta mengatakan bawasan anak payo ini kita ambil hanya sementara dikarenakan kita ingin ikut bartifasi dalam memperingati HPI tersebut,
Maka muncul la seketika ide kita buat dari anak payo.

Baca Juga:  Pencairan Tahap Kedua Mulai Disalurkan, H Al Haris: BLT Harus Bermanfaat dan Tepat Sasaran

Alhamdulillah penampilan kawan-kawan hari ini sangat menghibur dan luar biasa meskipun satu kalia latian dan sangat berterimakasih kepada aan resul musik dengan tangan proporsional penampilan anak payo menjadi hidup.

Kita berharap untuk kedepannya kesenian Merangin terus berkarya di segala bidang. Baik itu puisi, musik, pantomim, tari, monolok,  dan lukis kita tunjukan bawasan dewan kesenian ini ada,”lanjutnya

Penampilan anak payo kita ambil dengan judul mendekap Mata Angin kenapa harus mendekap mata angin,
Sejatinya kita tau di Merangin ini bayak kesenian namun dari dewasa kesenian,  berusaha mendekap dan merangkul semua pengiat seni.(den)

Komentar