Tragedi Longsor di Gorontalo Outer Ring Road : Analisis dan Solusi Partisipatif untuk Pengendalian Lingkungan

Berita244 Dilihat

topikjambi.id,- Lereng yang dibiarkan terbuka memang rentan terjadi longsor, terutama di kawasan seperti Gorontalo Outer Ring Road (GORR), di mana tanah lunak dan curah hujan tinggi memperbesar risiko.

 

Tragedi longsor di GORR yang berulang menunjukkan bahwa penanganan konvensional seperti pembersihan material longsor tanpa perkuatan jangka panjang tidak cukup.

 

Perlu pendekatan berbasis partisipasi masyarakat dan analisis lingkungan yang komprehensif untuk mencegah bencana serupa di masa depan.

 

Kerentanan longsor Lereng di Jalan Raya Berbukit , Jalan raya yang dirancang melintasi trase berbukit harus mempertimbangkan stabilitas lereng sebagai elemen kritis.

 

Sayangnya, banyak ruas jalan seperti di GORR hanya mengandalkan irisan lereng yang curam, terutama di tanah lunak. Solusi sementara seperti pemangkasan lereng atau bronjong sering gagal menahan tekanan air hujan.

 

Sebagai rekomendasi perluh di pikirkan untuk Redesain kemiringan lerengdengan sudut yang lebih landai untuk mengurangi gaya geser tanah.

 

Atau penambahan Sistem drainase permukaan dan bawah tanah untuk mengurangi tekanan air pori.

 

Untuk daerah-daerah yang rawan longsor , perluh juga dilakukan Pemantauan Berkala dan Pemetaan Risiko daerah rawan seperti pada jalan Paguyaman dan akses Gorut dan juga Bone Bolango, di mana hasil pemetaan geoteknik sebelum musim penghujan diharapkan membantu mengurangi dampak hal hal yang dapat dilakukan dapat berupa

– Pemantauan pergeseran tanah dengan alat inclinometer atau citra drone.

Dimana Pendataan titik kritis ini dapat di bentuk satu tim gabungan dari (BPBD, PUPR, para akademis, insinyur sipil , dan masyarakat).

 

Kedepan dalam meningkatkan Partisipasi Masyarakat dapat dilakukan. Berbasis Pelatihan Kelompok Pemantau Lereng warga setempat untuk melaporkan retakan atau rembesan air.

Baca Juga:  Semua DPC PD Sambut Mashuri Ketua DPD PD Jambi

 

Dari segi pelaksananan memang tantang terbesarnya adalah biaya, terapi Solusi Biaya Efektif perluh juga membandingkan. Langkah pencegahan Bioengineering dan langkah Struktural Seperti Rekayasa struktur seperti soil nailing atau sheet pile yang terlebih dahulu sudah dilakukan kajian teknis yang komprehensif.

 

Namun, dalam kontek pelaksanaan bioengineering bisa menjadi alternatif berkelanjutan Penanaman vetiver di mana akar dalam menstabilkan tanah dikombinasi dengan yang di kombinasikan dengan sistem terasering atau Sistem vegetasi lapis (rumput + perdu + pohon) untuk mengurangi erosi.

 

Dan rekayasa Bronjong alami dari bambu atau kayu lokal untuk lereng rendah.

Keunggulan Pendekatan Partisipatif berbasis bioengineering Biaya rendah dengan melibatkan kelompok tani/kawasan. Pemeliharaan berkelanjutan oleh masyarakat dapat dilakukan dengan juga melalui program penghijauan desa).

Longsor di GORR adalah peringatan sistemik bahwa pengelolaan lereng tidak bisa hanya mengandalkan solusi teknis instan. Pendekatan partisipatif gabungan bioengineering, pemantauan komunitas, dan kebijakan inklusif adalah kunci keberhasilan jangka panjang.

Dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif , risiko longsor bisa dikurangi sekaligus membangun ketahanan lingkungan yang berkelanjutan.

Tindakan Nyata yang Bisa Segera Dilakukan:

 

1. Pembentukan Tim Pemetaan Partisipatif di daerah rawan.

2. Pelatihan teknik bioengineering untuk warga.

3. Pilot project rehabilitasi lereng berbasis vegetasi di satu titik GORR sebagai percontohan.

 

Dengan strategi ini, tragedi longsor tidak hanya dicegah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pakar, dan masyarakat.(Vd)