Ruhiologi, Pendekatan Baru NU Care Jambi dalam Dunia Filantropi

Berita, Kota Jambi19 Dilihat

 

Jambi,- Gerakan filantropi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jambi kini memiliki pendekatan baru di bawah komando Prof Iskandar Nazari yaitu ruhiologi.

Kini, NU Care-LAZISNU Jambi yang dipimpin Prof Iskandar tidak hanya sekadar menjadi lembaga penyalur bantuan, tetapi menjelma menjadi laboratorium peradaban yang memadukan spiritualitas dan sains modern.

Prof Iskandar Nazari, yang juga Guru Besar Psikologi Pendidikan UIN STS Jambi, membawa misi besar melalui gagasan orisinalnya yaitu ‘ruhiologi’. Sebuah metodologi yang ia injeksikan sebagai ‘perangkat lunak’ dalam menggerakkan roda organisasi NU Care Jambi.

“Aktivasi ruhiologi ini berpijak pada surat Al-Alaq di Al-Qur’an yaitu iqra’ bismi rabbik yang berarti bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,” jelasnya, Senin (16/02/2026).

Menurutnya, aktivasi ruhiologi dalam filantropi harus dimulai dari fondasi paling dasar yaitu iqra’ bismi rabbik. Membaca fenomena kemiskinan dan sosial tidak boleh hanya dengan kacamata angka, melainkan harus dengan ‘nama Tuhan’.

“Membaca data mustahik itu harus bismi rabbi. Jika kita membaca hanya dengan logika, kita akan terjebak pada angka. Tapi jika membaca dengan Nama Tuhan, kita melihat ada amanah dan kemuliaan manusia di sana,” tegas pria asal Kerinci ini.

Prof Iskandar menyebutkan ruhiologi inilah yang menghidupkan god light (cahaya Tuhan) dalam diri setiap amil, sehingga pelayanan yang diberikan memancarkan ketulusan yang murni, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif.

Ia menegaskan bahwa keunggulan manusia dibanding mesin bukan terletak pada logika (IQ), empati (EQ), atau makna (SQ), melainkan pada RQ (Ruhiologi Quotient).

“Ruhiologi hadir untuk memastikan gerakan zakat kita memiliki ruhul insaniyyah getaran ketulusan yang bersumber dari god light yang menyinari hati, sesuatu yang tidak akan pernah dimiliki oleh algoritma manapun termasuk AI karena tampa ruh,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati Masnah Adakan Pertemuan Bersama Pengurus PBSI Serta Atlit Bulu Tangkis

Bagi Prof Iskandar, setiap bantuan fisik hanyalah ‘jasad’. Ruhiologi adalah nyawa yang memastikan bantuan tersebut mengubah mentalitas melalui aktivasi cahaya batin. Penyerahan buku karyanya tentang Ruhiologi kepada Bupati dan Wakil Bupati Bungo menjadi penanda penting: Jambi kini memimpin dengan narasi filantropi yang ber-Ruh.

“Langkah ini mengirimkan pesan kuat ke level nasional bahwa untuk memenangkan persaingan di era AI, kita harus kembali pada hakikat iqra’ bismirabbik dan menghidupkan god light dalam setiap gerak sosial. Dari Jambi, Ruhiologi mulai mewarnai wajah NU untuk Indonesia dan dunia,”tandasnya.

Oleh: Syarif Abdurrahman