Kumpeh ulu. Kekerasan sesama anak didik di sekolah atau pembulian dan perundungan di sekolah dasar SD 22 muaro jambi yang memakan korban pemngumpalan darah yang di akibatkan dari benturan benda tumpul
Dari hasil keterangan Patih atau si korban yang melakukan perundangan” menurut patih yang melakukan buli dan merundungnya berinisial Ag warga solok.
Patih yang di dampingi orng tuanya mengatakan yg sering membuli dan mukul serta mecubitnya yang mengakibatkan sakit perut pihak keluarga langsung membawanya ke rumah sakit setelah di periksa patih di diaknosa penggumpalan darah di perut nya yang harus langsung di tindak operasi di rumah sakit DKT.
Dua hari sebelum pati di operasi pihak keluarga telah memberitahu Wali kelas patih belajar akan tetapi jawaban dari wali kelasnya sangat tidak memuaskan.
Betriyeni sewaktu di kompirmasi wali murid atau orang tua pati mengenai anak nya badannya biru biru mengatakan kalau anaknya tidak mau di sentuh temen nya di sekolah lebih baik di rumahin atau di vripat, sedangkan
Ibu wina selaku Walimurid mengatakan kepada guru wali kelas hanya minta di jauhin karna akan berakibat baruk nantinya kepada pisik anak atau juga pikis anak ungkap wali murid
Gusmanda selaku kepala sekolah di minta kompirmasi melaluin pia telpon sewaktu di mintain keterangan malah ini masih bungkam saya akan mengadakan pertemuan mengenain masalah ini besok ujarnya.
Telah Terjadi Kekerasan Atau Perundungan Terhadap Anak Sesama Siswa Di SD 225 Desa Solok Muaro jambi
Kumpeh ulu. Kekerasan sesama anak didik di sekolah atau pembulian dan perundungan di sekolah dasar SD 22 muaro jambi yang memakan korban pemngumpalan darah yang di akibatkan dari benturan benda tumpul
Dari hasil keterangan Patih atau si korban yang melakukan perundangan” menurut patih yang melakukan buli dan merundungnya berinisial Ag warga solok.
Patih yang di dampingi orng tuanya mengatakan yg sering membuli dan mukul serta mecubitnya yang mengakibatkan sakit perut pihak keluarga langsung membawanya ke rumah sakit setelah di periksa patih di diaknosa penggumpalan darah di perut nya yang harus langsung di tindak operasi di rumah sakit DKT.
Dua hari sebelum pati di operasi pihak keluarga telah memberitahu Wali kelas patih belajar akan tetapi jawaban dari wali kelasnya sangat tidak memuaskan.
Betriyeni sewaktu di kompirmasi wali murid atau orang tua pati mengenai anak nya badannya biru biru mengatakan kalau anaknya tidak mau di sentuh temen nya di sekolah lebih baik di rumahin atau di vripat, sedangkan
Ibu wina selaku Walimurid mengatakan kepada guru wali kelas hanya minta di jauhin karna akan berakibat baruk nantinya kepada pisik anak atau juga pikis anak ungkap wali murid
Gusmanda selaku kepala sekolah di minta kompirmasi melaluin pia telpon sewaktu di mintain keterangan malah ini masih bungkam saya akan mengadakan pertemuan mengenain masalah ini besok ujarnya.








