Siswa SMKN 7 Kabupaten Tanjung Jabung Barat Mogok Belajar Tuntut Kepala Sekolah Di Copot” DIKNAS Provinsi Segera Turunkan Tim Pengawas

Opini & Artikel118 Dilihat

Ratusan siswa SMKN 7 Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang berlokasi di Kecamatan Betara, Senin (13/10/2025) sore, turun ke halaman sekolah menuntut kepala sekolah mereka dicopot dari jabatannya. Aksi ini menjadi sorotan publik setelah berbagai keluhan siswa soal kepemimpinan dan kondisi sekolah mencuat ke permukaan.

Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi bergerak cepat. Kabid SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti seluruh tuntutan dan keluhan siswa yang disampaikan dalam aksi tersebut.
“Saya baru menerima informasi ini. Kami akan segera menindaklanjuti tuntutan siswa SMKN 7,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin sore (13/10).
Harmonis juga memastikan, pengawasan satuan pendidikan akan segera diterjunkan ke SMKN 7 untuk melakukan pemeriksaan dan klarifikasi langsung di lapangan.
“Kami akan minta pengawasan satuan pendidikan turun lebih dulu ke sekolah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 7 Tanjab Barat, Eka Meinawati, M.Pd, memilih memberikan jawaban singkat saat dimintai tanggapan terkait aksi dan 22 poin tuntutan siswa, termasuk soal kekurangan buku paket bahan ajar.
“Anak-anak hanya menyampaikan aspirasinya, Pak,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Ketika ditanya lebih jauh tentang minimnya buku paket yang semestinya menjadi prioritas belanja dana BOS setiap tahun, Eka beralasan hal itu mengikuti standar dan juknis terbaru.
“Ada standarnya, Pak. Juknis tahun 2024 berbeda, tahun 2025 baru juknis delapan tahun 2025,” katanya.
Namun, saat ditanya sejak kapan kondisi sekolah seperti yang dikeluhkan para siswa terjadi, sang kepala sekolah kembali memberikan jawaban mengambang.
“Bapak datang saja ke sekolah, insyaallah koperasi menjawab,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, ratusan siswa SMKN 7 Tanjab Barat melakukan aksi demonstrasi di sekolah, mendesak kepala sekolah diganti. Mereka menilai sang kepsek tidak mampu memimpin dan membenahi kondisi sarana-prasarana sekolah yang masih jauh dari layak

Baca Juga:  Bupati H. Mashuri Serahkan 300 Paket Sembako ke Petugas Kebersihan