Prihatin, Ketua Dewan Tontawi Jauhari Akan Prioritaskan Kelas Jauh SD di Laman Bangkar

Sarolangun191 Dilihat

SAROLANGUN,- Pendidikan merupakan pembelajaran dan pengetahuan yang nantinya diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, jika tidak ada pendidikan tentu generasi berikutnya akan hilang bak ditelan bumi.

Seperti yang terjadi di desa Pemusiran bagian dalam Kecamatan Mandiangin, terbilang salah satu desa terisolir yang jauh dari pusat keramaian, didesa tersebut terdapat satu Dusun memang betul-betul membuat hati prihatin dan menjerit, Dusun yang terletak di tengah hutan belantara itu dengan penduduknya dikit namun tidak menutup kemungkinan anak-anak yang tinggal disana tetap mengenyam bangku pendidikan.

Untuk sampai didusun tersebut  membutuhkan waktu yang lama dalam perjalanan, sebab akses jalan menuju kesana harus menggunakan kendaraan khusus (Double Kabin, Red).

Meskipun tinggal dan hidup di dalam hutan belantara, disana terdapat tiga lokal yang disebut kelas jauh, karena SD Negeri 127/VII induknya berada didesa Pemusiran yang jauh, jika berjalan kaki memakan waktu lebih kurang 2 sampai 3 jam lamanya.

Terkait dengan perihal ini, ketua Dewan Sarolangun Tontawi Jauhari S.E kepada awak media ngatakan sangat prihatin sekali melihat kondisi kelas jauh yang berada disana.

“Setelah kita turun mendampingi pak Bupati dan pak Kejati sempat mampir di SD kelas jauh yang berada di dusun Laman Bangkar Desa Pemusiran Kecamatan Mandiangin bagian dalam, kita sangat prihatin melihat kondisi anak-anak yang sekolah disana sekolah ditengah hutan apa lagi melihat kondisi tenaga pengajar sangat miris sekali. “Kata Ketua Dewan itu

Yang membuat hati ketua dewan itu miris, dengan kondisi hidup ditengah hutan namun semangat anak-anak yang sekolah disana tidak mengalahi anak-anak sekolah di kota, tidak hanya itu saja, kondisi tenaga pengajar disana dilakukan dengan hati yang ihklas.

Baca Juga:  Ikuti Arahan Bupati, RSUD Khatib Quzwein Kerjasama Dengan Labkes Sumbar

“Sekali kita tanya kepada tenaga pengajar belum dikontrak daerahkan, namun saat itu juga Pak Bupati memerintahkan kepada kepala dinas pendidikan dan kebudayaan agar tenaga pengajar di SD kelas jauh itu dikeluarkan SK kontrak daerah, ini sudah merupakan bentuk keprihatinan pak bupati, salut kepada pak Bupati. “Ucapnya

“saya juga minta kepada pihak diknas untuk segera tindak lanjuti apa yang sudah diperintahkan oleh bupati. “Timpalnya

Kendati demikian, selaku orang nomor tiga dibumi sepucuk adat serumpun Pseko akan selalu mensupport anak-anak yang belajar di kelas jauh tepatnya ditengah hutan itu.

“Apa yang jadi kendala nanti, kita dari pihak pemerintahan baik eksekutif dan legislatif tentu mendukung sepenuhnya apa-apa yang dibutuhkan,  jangan sampai anak-anak kita disana sampai putus sekolah dan membantu apa yang diperlukan oleh mereka nantinya dalam rangka belajar mengajar di kelas jauh tersebut. “Jelasnya

Tidak hanya sebatas itu saja, Tontawi Jauhari juga menegaskan akan selalu memperhatikan kegiatan sekolah kelas jauh sana, dan apa yang dibutuhkan oleh pihak sekolah sana akan diprioritaskan.

“ini merupakan kebutuhan buka keinginan, kalau persoalan pendidikan ini nomor satu, itu harus kita perhatikan jangan sampai nanti ada berita yang mengatakan anak-anak kita tidak sekolah, “tegasnya (Ajk)