Dewan Minta Bupati Masnah Naikka Insentif Honorer Guru dan Tenaga Kesehatan sebesar 1,5 juta

 

MUAROJAMBI

Untuk para pegawai yang berstatus honorer di Kabupaten Muarojambi, gaji yang mereka terima di bawah kewajaran dengan apa yang mereka kerjakan, apa lagi untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-hari tidak mencukupi.

 

Untuk itu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muarojambi Fraksi PDIP Usman Khalik mengatakan, kecilnya gaji honorer di Muarojambi tidak mencukupi dan tidak sepadan buat kebutuhan mereka, seperti tenaga kesehatan dan para guru.

 

“Kalau dibandingkan itu tidak sepadan, kita lihat saja seperti tenaga kesehatan yang mereka pertaruhkan itu nyawa seseorang, dan pertaruhkan kesehatan mereka juga, apa lagi dampak Covid-19 saat ini, jadi kita harus menghargai dengan layaklah,” terang Usman Khalik Jumat (17/7/20).

 

Apa lagi untuk para guru-guru yang statusnya masih honorer seperti guru-guru yang ada di Kumpeh, dari 27 sekolah, guru PNS hanya 54 orang, jadi rasionya satu sekolahan ada dua guru, sisanya guru honorerlah yang mengajar.

 

“Bagaiman kita meningkatkan pendidikan anak-anak yang berkualitas kalau hak guru yang mengajarkan tidak seperti apa yang diharapkan,” jelasnya.

 

Jika gaji guru enam ribu rupiah per jam, dihitung selama 24 jam perminggu dan di kalikan 30 hari, mereka cuma menghasilkan 600 ribu, minimal untuk satu honorer Rp 1,5 juta per bulan barulah layak.

 

“Minimal gaji mereka itu sebesar Rp 1,5 juta perbulan, dari itu di KUA-PPS tahun 2021 nanti, kami minta pada ibu Bupati dan Kepala TAPD, untuk bisa menambahkan anggaran insentif pada guru-guru honorer dan tenaga kesehatan berdasarkan tingkatan-tingkatan mereka,” sebutnya(Aq)

Baca Juga:  Safrial Serahkan Bantuan APD dari OPD Lingkup Pemkab Tanjab Barat

Komentar