Wow Amazing, Instalasi Rehabilitasi Sarolangun Semakin Dilirik Masyarakat

Sarolangun171 views

SAROLANGUN,- Instalasi rehabilitasi ketergantungan Napza RSUD Prof. DR. HM Chatib Quzwain saat ini terus menujukan perkembangan dan semakin dilirik masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan antusias mayarakat yang semakin tinggi untuk menintipkan sanak keluarga berobat di Panti Rehabilitas tersebut, bahkan jumlah pasien sudah mencapai puluhan orang sejak dibuka sampai hari ini.

 

Dirut RSUD Sarolangun dr Bambang Hermanto selaku ketua pengelola mengatakan, sudah banyak pasien yang sembuh dan sudah dipulangkan kembali kepada pihak keluarga masing-masing.

 

“Sejak awal berdiri alhamdulillah sudah cukup banyak namun sudah ada yang sembuh dan pulang ke masyarakat serta beraktifitas seperti sedia kala. Saat ini tinggal 11 orang pasien napza yang kita rawat,” katanya Senin (10/08) kemarin.

 

Ia juga menjelaskan, pasien yang masuk ke sana tidak dipungut biaya, sebab itu sudah digratiskan sesuai dengan program bupati Drs H. Cek Endra yang menyiapkan anggaran daerah untuk pasien.

 

“Mereka direhab selama 3 bulan, semua pasilitas dan baiya perobatan ditanggung daerah, sebab ini sudah menjadi komitmen dan program pak bupati. Pasien disana dilakukan pemulihan mulai dari kesehatan dan sikologi nya, makanya kita menyiapkan Spesialis jiwa, kesehatan pisik, penyakit dalam, konsultan dari BNN sebagai penunjuk arah yang tertuang dalam SOP yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

 

Terpisah Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra ditanya terkait hal ltu, dia mengapresiasi kinerja para pengurus Nafza, sebab ini merupakan program pemerintah untuk menyelamatkan para generasi muda Sarolangun dari Narkoba.

 

“Ya. Kita terus fokus kembangkan ini, makanya saya menghimbau kepala desa, lurah serta camat untuk mengajak masyarakat agar ada yang terjangkit narkoba bisa berobat ke sana, sebab ini gratis dan kita sudah tanggung biasanya,” katanya.

Baca Juga:  Panti Rehabilitasi Napza RSCQ Jadi Contoh Bagi Pemkab Lain

 

Bupati Cek Endra juga berpesan, agar masyarakat tidak takut dan malu jika ada kelurga yang ingin berobat sebab ini demi keselamatan jiwa orang tersebut.

 

“Jangan menganggap ini tempat angker atau menakutkan, silahkan berobat gratis dan biaya ditanggung kita akan jaga dan rawat pasien sebaik mungkin,” tandasnya (Ajk)

Komentar