SAROLANGUN,- Sudah dipenghujung Triwulan Kedua, dan mau memasuki triwulan ketiga, Pembahasan APBD-P Kabupaten Sarolangun belum juga tampak dilakukan oleh pemangku kebijakan dalam negeri ini, semestinya perihal itu sudah dilakukan agar prosesi pembangunan segera terealisasi dan sesuai target.
Meskipun demikian, untuk melakukan pembahasan itu tentu ada tahapan yang harus dilakukan oleh pihak legislatif, semisalnya menunggu persiapan yang matang dari pihak eksekutif sendiri, akan tetapi persiapan itu belum ada.
Ketua dewan kabupaten Sarolangun Tontawi Jauhari saat disambangi di ruangan kerjanya oleh sejumlah awak media mengatakan bahwa Ada aturan untuk melakukan pembahasan APBD-P, tidak semata mata langsung pembahasan saja.
“Kalau pembahasan ini, kalau menurut aturannya murni terlebih dahulu, setelah murni tahun 2022 baru kita bicara APBD-P tapi tidak bisa kita pungkiri juga kadang kadang mereka (Eksekutif) belum siap menyusun, jika APBD-Pnya sudah siap tentu kita bahas, makanya kita lihat kesiapan dari pihak eksekutif, dan kita lihat yang mana diantar terlebih dahulu. “Ujar Ketua Dewan
Jika menganut terhadap aturan yang berlaku, untuk pembahasan APBD-P, setelah pembahasan APBD Murni terlebih dahulu.
“Kalau saya minta yang murni terlebih dahulu, karena aturannya seperti itu sesuai permendagri terkait pelaksanaan petunjuk APBD didaerah. Hari ini kami rapat Banmus dalam rangka menyiapkan ranperda yang tertunda. “Jelasnya
Saat disinggung Kapan pembahasan APBD-P dilakukan ? Dengan lantang Tontawi Jauhari mengatakan seperti apa kesiapan pihak eksekutif itu sendiri.
“Kita menunggu kesiapan dari sebelah (Eksekutif) seseuai dengan petunjuk pelaksanaan APBD yang dari permendagrinya, tadi banmus itu dalam rangka menyiapkan ranperda yang tertunda ada persoalan modal PDAM dan Hutan Adat dan hukum hak hak adat, setelah itu hari senin pekan depan juga menyiapkan paripurna terkait dengan pandangan umum ranperda pelaksanaan APBD tahun 2020 itu nanti insyaallah langsung kita sahkan jadi perda, itulah dasar dari pemerintah untuk membuat persiapan didalam RAPBD nanti untuk diantarkan ke DPR. “Tegasnya (Ajk)








